Dalam perjalanan sebuah institusi pendidikan, ada kalanya kita perlu berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang guna memastikan bahwa arah langkah saat ini masih selaras dengan niat awal para pendiri. Aktivitas Merenungkan Kembali sejarah bukan sekadar upaya romantisme masa lalu, melainkan sebuah proses krusial untuk menjaga integritas lembaga. Bagi lembaga seperti BUDi IHSAN, identitas mereka tidak terbentuk secara instan, melainkan ditempa melalui sebuah komitmen moral yang sangat kuat yang menjadi landasan utama gerak langkah mereka hingga hari ini.
Landasan tersebut kita kenal sebagai Khittah Perjuangan. Secara harfiah, khittah berarti garis atau rencana, namun secara filosofis, ia mencakup seluruh nilai, visi, dan semangat yang mendasari berdirinya sebuah organisasi. Pada masa-masa awal, khittah ini disusun bukan hanya sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai janji suci kepada Tuhan dan umat. Para pendiri menyadari bahwa tanpa garis perjuangan yang jelas, sebuah lembaga pendidikan akan mudah terombang-ambing oleh tren zaman yang sering kali menjauhkan manusia dari hakikat pendidikan itu sendiri.
Melihat kembali saat lembaga ini Pertama Berdiri, kita akan menemukan sebuah kondisi yang penuh dengan keterbatasan fisik namun kaya akan kekayaan spiritual. Fokus utama perjuangan saat itu adalah pembebasan masyarakat dari buta aksara agama dan peningkatan martabat sosial melalui pendidikan yang berkarakter. Di BUDi IHSAN, pendidikan tidak pernah dianggap sebagai komoditas bisnis. Setiap kebijakan yang diambil, mulai dari penentuan kurikulum hingga seleksi tenaga pendidik, selalu merujuk pada prinsip kesederhanaan, keikhlasan, dan kemaslahatan umat yang menjadi ruh dari khittah tersebut.
Dinamika saat awal berdirinya lembaga ini juga diwarnai dengan semangat kemandirian yang luar biasa. Para perintis tidak menunggu turunnya bantuan besar untuk memulai langkah pertama. Mereka percaya bahwa jika niatnya adalah untuk meninggikan kalimat Allah, maka jalan akan selalu terbuka. Semangat “tangan di atas” ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Khittah Perjuangan yang terus diwariskan kepada setiap generasi santri. Hasilnya, lembaga ini tumbuh menjadi institusi yang memiliki harga diri tinggi dan tidak mudah didikte oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek dari pihak luar.
